EXECUTIVES BRIEFING on Creating 5S Culture

to get the same perception and commitment from top management and all levels of leadership to support the successful of 5S company-wide

Improving Productivity and Raising Work Efficiency through KAIZEN 5S

to get a provision to begin the 5S implementation likewise to improve the quality of the 5S application currently being implemented

Organizing 5S in the OFFICE, how to make it 'Faster – Better – Easier – Cost-Effective'

to improve the quality of service and to eliminate the non value-added activities in the office

5S in LABORATORY: for better Service Quality

to improve quality through greater visibility of mistakes and increased productivity

5S for Maintenance WORKSHOP and STORE: advance towards Maintenance Excellence

to eliminate sources of contamination and freeing up time for pro-active maintenance

5S at your WAREHOUSE: Improvements to Boost Efficiency

to satisfy the customers' needs and requirements while utilizing space, equipment, and manpower effectively

5S Internal AUDIT : Raising the Quality of Implementation

to conduct a systematic audit and to prepare for the implementation of company-wide 5S audit program

5S DIAGNOSIS : A Picture of Our Workplace at Current State

to collect data and actual facts in the shopfloor to facilitate management in setting priorities for improvement

ADVANCED 5S : Take 5S To The Next Level

to introduce several techniques from other disciplines to make work easier, faster, safer and more efficient

events : 7++ Basic Quality Tools


Selamat menerapkan, efisiensi 87% tercapai, semoga sukses!

Cakrawijaya 5R - January 06, 2011

events : Autonomous Maintenance


Selamat menerapkan, semoga sukses!

Cakrawijaya 5R - January 05, 2011

events : D.O.W.N.T.I.M.E. Elimination


Selamat menerapkan, semoga sukses!

Cakrawijaya 5R - January 04, 2011

7-Pemborosan: TIM WOOD

Tujuh pemborosan berasal dari di Jepang, pemborosan dikenal sebagai “MUDA”. “7-MUDA” adalah alat untuk mengidentifikasi “pemborosan” yang dikembangkan oleh seorang pemimpin di Toyota, Mr. Taiichi Ohno.

Taiichi Ohno Why not make the work easier and more interesting so that people do not have to sweat? The Toyota style is not to create results by working hard. It is a system that says there is no limit to people’s creativity. People don’t go to Toyota to ‘work’ they go there to ‘think’. ~ Taiichi Ohno ~ (1912-1990)

Adalah inti dari Toyota Production System (TPS) yang juga dikenal sebagai Lean Manufacturing atau sistim produksi Just In Time (JIT).

Manufaktur produk secara signifikan masing-masing berbeda di antara pabrik satu dengan yang lainnya, namun pemborosan khas yang ditemukan di dalam lingkungan manufaktur tidaklah berbeda. Di setiap jenis pemborosan yang terjadi, ada strategi untuk mengurangi atau mengeliminasi efeknya bagi perusahaan yang secara keseluruhan akan memperbaiki kinerja dan mutu.

- Berbagai Video Tujuh Pemborosan di Pabrik -


Tujuh pemborosan terdiri dari :


1


Transporting

T

2


Inventory

I

3


Motion

M

4


Waiting

W

5


Overproduction

O

6


Overprocessing

O

7


Defects

D

Di dalam buku 'The Toyota Way', Jeffrey K. Liker menuliskan karyawan yang tidak diberdayakan (Underutilization) ditambahkan menjadi delapan pemborosan.

Perusahaan mempekerjakan karyawannya untuk menjadi cekatan dan berotot kuat, tetapi mereka mengabaikan bahwa untuk mencapai hasil yang baik dari pekerjaan sehari-hari, para karyawan memerlukan kebebasan dalam berpikir. Misalnya berpikir inovatif, memunculkan ide-ide kreatif, bagaimana berpikir lebih baik di masa yang akan datang bukan hanya memikirkan masalah-masalah yang terjadi di masa yang lalu. Hanya dengan memberdayakan kreativitas karyawan maka perusahaan bisa mengeliminasi tujuh pemborosan yang lainnya dan secara terus-menerus memperbaiki kinerja mereka.

Banyak terjadi perubahan-perubahan dalam tahun-tahun belakangan ini yang mendorong organisasi menjadi perusahaan kelas dunia. Langkah pertama dalam mencapai cita-cita tersebut adalah mengenali dan mengeliminasi tujuh pemborosan. Seperti yang terjadi di Toyota dan perusahaan kelas dunia yang lainnya, mereka telah menyadari bahwa Pelanggan hanya akan membayar hasil dari kerja bernilai tambah bukan pemborosan.

Artikel manarik lainnya : Tujuh Pemborosan di kantor.

Cakrawijaya 5R - December 29, 2010

7 Pemborosan di Kantor

"If a cluttered desk signs a cluttered mind, of what, then, is an empty desk a sign"


Banyak perusahaan yang menanyakan "Mengapa kami harus merampingkan proses pekerjaan administrasi kami?" Jawabannya: "Pekerjaan yang tidak menambahkan nilai dari perspektif Pelanggan kita secara khas adalah 50% dari total biaya-biaya administratif". Ini merepresentasikan besarnya para pekerja kantoran yang potensial untuk membuat perubahan yang signifikan terhadap kecepatan pelayanannya, mutu pelayanan dan kegiatan-kegiatan improvement untuk menurunkan biaya operasional, semuanya yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi perusahaan Anda yang unggul dalam persaingan.
eliminasi pemborosan“Bagaimanakah para pekerja kantoran dapat mengurangi dan menjaga biaya-biaya operasional dalam kegiatannya sehari-hari?” Pada praktiknya tidak dengan menjadikan semua orang sebagai pekerja administrasi paruh waktu. Bagaimanapun juga semua orang dapat memerangi pemborosan. Sasaran akhirnya adalah eliminasi menyeluruh terhadap pemborosan.

Terminologi dari Mr. Taiichi Ohno "Apapun yang menambahkan waktu/biaya tanpa menambahkan nilai pada suatu produk/jasa adalah pemborosan". Suatu kegiatan dimana Pelanggan tidak mau membayar walaupun itu sudah tercakup di dalam biaya secara keseluruhan.
Pemborosan sering tersembunyi di dalam proses yang membuatnya sulit untuk dideteksi. Eliminasi pemborosan dengan menguraikannya ke dalam aspek-aspek yang spesifik untuk membantu Anda fokus pada kegiatan-kegiatan improvement. Pemborosan digolongkan ke dalam tujuh jenis pemborosan. Masing-masing dapat ditargetkan secara rinci untuk membantu mengidentifikasikan alat bantu mana yang sesuai untuk membantu Anda dalam mengeliminasi pemborosan.
berantakan tidak terorganisir Pemborosan menjadi masalah di kantor yang disebabkan oleh lingkungan yang berantakan, tidak teroganisir mengakibatkan beban yang berat bagi para karyawan Anda. Mencegah mereka dari perasaan sukses dan berhasil di pekerjaannya. Pemborosan-pemborosan ditandai sebagai tujuh iblis pemborosan yang mematikan karena sudah seperti racun di dalam lingkungan kerja. Langkah awal dari eliminasi pemborosan adalah dengan mengenalinya “untuk apakah kegiatan-kegiatan tersebut?” Marilah kita lihat tujuh pemborosan berikut ini:

1. Produksi berlebihan (Overproduction)

produksi berlebihanTerjadi ketika Anda memproduksi sesuatu terlampau banyak dari yang diperlukan atau menghasilkan sesuatu terlalu dini dari waktu yang diharapkan. Di dalam operasional kantor, kertas-kertas, catatan dan informasi pada umumnya berlebihan. Memproduksi lebih dari yang diperlukan atau menghasilkan terlalu dini tidak akan meningkatkan efisiensi. Menggunakan sumber daya, seperti material, tenaga kerja, dan gudang/penyimpanan, menghasilkan lebih cepat dari yang diperlukan menciptakan jenis pemborosan yang lainnya. Memberikan informasi terlampau detil dari yang diperlukan, membuat banyak laporan tetapi tidak ada satu orang pun yang membacanya, membuat ektra salinan dari yang diperlukan.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Menetapkan suatu urutan dari alur kerja untuk memuaskan Pelanggan atau proses berikutnya
  • Menciptakan tempat kerja yang Ringkas, Rapi dan standar untuk masing-masing proses
  • Menciptakan alat bantu berupa sinyal (Kanban) untuk mencegah proses yang terlalu dini
  • Menghasilkan laporan berupa 'One Sheet Report' atau formasi 'A3 Report'

2. Menunggu (Waiting)

menunggu Menunggu sesuatu, orang lain, dokumen, mesin-mesin atau informasi adalah pemborosan. Menunggu adalah tidak melakukan sesuatu dengan waktu yang terus berlalu dan menyebabkan alur kerja yang terhambat. Hal ini tidak menambah nilai kepada produk/jasa dan tentunya Pelanggan tidak mau membayar untuk kegiatan ini. Menunggu adalah pemborosan yang paling mudah dideteksi. Ada banyak contoh di dalam kantor: menunggu tanda tangan, menunggu keputusan, menunggu mesin-mesin, menunggu panggilan/hubungan telepon, menunggu kiriman, menunggu orang lain yang terlambat hadir di dalam pertemuan, mengantri di mesin fotokopi.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Meninjau ulang dan membuat standardisasi terhadap keperluan tanda tangan atau otorisasi untuk mengeliminasi yang tidak diperlukan
  • Memberikan ‘Cross-Training’ kepada para karyawan untuk menciptakan alur kerja yang tidak terganggu di saat seseorang tidak berada di tempat
  • Menyeimbangkan beban kerja harian untuk memastikan bahwa semua orang bekerja secara optimal
  • Memastikan persediaan dan peralatan agar selalu tersedia di tempatnya dan dalam jumlah yang telah ditetapkan

3. Memindahkan (Transporting)

memindahkan Memindahkan dokumen atau material lebih jauh dari yang diperlukan atau menempatkannya sementara di suatu lokasi, menyimpannya, menciptakan persediaan, penumpukan, atau perpindahan material, orang-orang lalu-lalang, adalah membuang-buang waktu dan energi. Persediaan dan material sering kali dipindahkan beberapa kali sebelum mencapai suatu lokasi yang sebenarnya ditetapkan. Semua dari pergerakan atau perpindahan ini adalah pemborosan.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Menciptakan jarak dimana perpindahan menjadi sedekat mungkin
  • Memilah item-item kebutuhan berdasarkan frekuensi Sering-Kadang-Jarang kemudian mengkombinasikannya dengan sistim jarak penyimpanan
  • Mengeliminasi apapun yang namanya tempat penyimpanan sementara atau lokasi penyimpanan

4. Proses tidak perlu / Proses yang berlebihan (Overprocessing)

proses berlebihan
Pemborosan proses ini sering kali meliputi aktivitas yang berlebih-lebihan seperti memeriksa pekerjaan orang lain atau proses inspeksi akibat dari hasil produk/jasa yang cacat, memperoleh berbagai tanda tangan atau tinjauan ulang yang berlebihan, meng-input data yang sama berulang kali, menggunakan perangkat keras maupun perangkat lunak yang sudah usang.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Meninjau ulang langkah-langkah bernilai tambah di setiap proses dan mengefektifkan atau mengeliminasi langkah-langkah kerja sebisa mungkin
  • Meninjau ulang semua kebutuhan tanda tangan dan mengeliminasi tanda tangan sebisa mungkin

5. Persediaan (Inventory)

persediaan Kelebihan persediaan apapun bentuknya adalah pemborosan. Persediaan yang berlebihan memakan tempat, bisa berdampak pada keselamatan kerja, dan dapat menjadi tidak berguna jika terjadi perubahan permintaan. File yang tidak diperlukan, ekstra persediaan dan salinan dokumen yang tidak diperlukan adalah beberapa bentuk dari pemborosan persediaan. Pemborosan persediaan bisa merupakan suatu masalah departemen atau perorangan. Pemborosan persediaan adalah suatu kebiasaan yang sulit untuk dipecahkan. Ekstra persediaan menghadirkan suatu zona nyaman yang barangkali kita malas untuk melepaskan dari kebiasaan ini. Berpikir perang terhadap pemborosan adalah merubah pola pikir seperti ini.
manajemen waktuMenyimpan ekstra persediaan berarti ekstra pengelolaan. Ekstra persediaan dapat menghalangi proses lainnya jika Anda sedang mencari item yang lain, maka Anda harus memindahkan ekstra persediaan tersebut sehingga menciptakan pemborosan gerakan. Pemborosan ini juga berhubungan dengan pemborosan waktu kerja. Waktu adalah suatu yang sangat berharga di dalam lingkungan kantor dan sebuah map/dokumen yang tergeletak di meja tulis seseorang adalah pemborosan, 'record' tak berguna di dalam database, email yang belum dibaca.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Hanya menghasilkan secukupnya untuk mencukupi kebutuhan Pelanggan atau proses berikutnya
  • Standardisasi penempatan pekerjaan dan jumlah unit per lokasi penempatan
  • Memastikan bahwa pekerjaan tiba di proses berikutnya pada saat diperlukan dan tidak terjadi penumpukan disana

6. Gerakan (Motion)

gerakan Gerakan apapun yang tidak penting bagi penyelesaian dari suatu tugas atau aktivitas adalah pemborosan. Semua pergerakan pekerjaan tak perlu adalah suatu bentuk pemborosan. Semua gerakan harus menambahkan nilai kepada produk/jasa yang diberikan kepada Pelanggan. Proses pekerjaan yang tidak efektif dan tata ruang yang buruk sering menciptakan pemborosan berupa lebih banyak berjalan, menggapai sesuatu, membungkuk atau jongkok dari yang diperlukan.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Standardisasi map, laci, dan lemari kabinet di seluruh area: gunakan kode warna sebanyak mungkin
  • Menyusun file-file Anda (desktop dan elektronik) sedemikian rupa sehingga dengan mudah dapat dijadikan sebagai referensi
  • Mengatur layout area kerja, peralatan kantor di dalam penempatan yang terpusat; mempertimbangkan membeli peralatan tambahan untuk mengeliminasi berbagai pengulangan gerakan

7. Cacat dan Pengulangan proses kerja (Defect & Rework)

cacat Menghasilkan produk cacat adalah pemborosan, pengulangan pekerjaan karena cacat jelas sebagai kegiatan yang tidak bernilai tambah. Memperbaiki sesuatu yang telah dikerjakan adalah pemborosan. Pemborosan ini juga meliputi produktivitas yang hilang sehubungan dengan gangguan dari suatu proses yang berjalan normal tetapi menghasilkan cacat atau pengulangan pekerjaan. Kehilangan data atau informasi, kesalahan meng-input data sehingga menghasilkan cacat.
Eliminasi pemborosan ini:
  • Menciptakan prosedur kerja yang distandarkan dan formulir-formulir standar perkantoran
  • Menciptakan dan menyediakan instruksi kerja membantu bagaimana pekerjaan dilaksanakan.
Meja kerja Albert Einstein di kantornya di Princeton,
foto-foto ini diambil sesaat sebelum beliau wafat,
foto dipublikasikan oleh majalah LIFE pada tahun 1955.


Dari berbagai sumber: The Seven Wastes, Comparison of the Seven Wastes, The 7 Wastes of Information, Eliminating the Seven Deadly Wastes in the Office
Foto-foto: Cost Management, Messy Desk, A Business Men Climbing a Pile of Papers, Waiting for Phone, Mature businessman carrying file cabinet on his back, Headache, Office Stress, Time is Money, Bad Ergonomics, Paper Shredder

Cakrawijaya 5R - December 28, 2010

7 Pemborosan - Produksi berlebihan

1. Produksi berlebihan (Overproduction)


Produksi berlebihan adalah satu dari tujuh pemborosan di tempat kerja, penyebab terbesar terhadap pemborosan-pemborosan yang lainnya.

Produksi berlebihan terjadi ketika menghasilkan barang pada saat itu belum diperlukan, sebelum pelanggan memesannya atau sebelum proses berikutnya dimulai di dalam sistem produksi.

Produksi berlebihan adalah membuat lebih banyak dari yang diperlukan pada proses berikutnya, membuat lebih dini dari yang diperlukan pada proses berikutnya, atau pembuatan lebih cepat dari yang diperlukan pada proses berikutnya.

Produksi berlebihan adalah memproduksi barang sebelum barang itu sebenarnya diperlukan.

Produksi berlebihan sangat merugikan industri manufaktur karena menghambat aliran material dan sebenarnya menurunkan produktivitas dan mutu. Cara menghindarinya adalah dengan sistem produksi "Just In Time".

Produksi “Just In Time” (JIT) adalah hanya membuat barang sesaat diperlukan.

Memproduksi barang yang berlebihan disebut sebagai “Just In Case”. Misalnya “In Case” mesinnya rusak, “In Case” hasilnya ditemukan cacat, “In Case” kiriman terlambat, dll. Kegiatan ini menimbulkan lead-time yang lama, akibatnya biaya penyimpanan menjadi tinggi, dan menjadi sulit untuk mengetahui adanya cacat. Pemecahan sederhana dari produksi berlebihan adalah dengan cara menutup keran, diperlukan keberanian dalam mengambil langkah ini karena masalah yang tersembunyi akibat dari produksi yang berlebihan akan terungkap. Konsepnya adalah hanya menjadwalkan dan memproduksi apa yang segera bisa dijual atau dikirim dan memperbaiki changeover mesin atau memperpendek waktu set-up.

Produksi berlebihan adalah Pemborosan terbesar hasil dari sebuah kapitalisme.

1.1 Penyebab dari produksi berlebihan
  • Proses-proses yang bottleneck
  • Kapasitas dalam rangkaian yang tidak seimbang
  • Masalah Mutu
  • Waktu changeover yang panjang, mengakibatkan kebutuhan ukuran dalam batch yang besar
  • Logistik yang buruk
  • Layout yang buruk (tanpa pola aliran)
  • Mesin yang tidak dapat diandalkan
  • Lebih menekankan untuk menjaga agar mesin tetap beroperasi daripada mengoptimalkan penggunaan material
  • Pengoptimalan hanya pada lingkup lokal
  • Praktik-praktik penghematan yang terlalu fokus pada investasi yang sudah terjadi
  • Mental "nanti kalau ..." atau "Just In Case ..."
  • Penjadwalan yang tidak stabil
1.2 Akibat dari produksi berlebihan
  • Menciptakan pemborosan persediaan dan pemborosan lainnya
  • Kelebihan persediaan (meningkatkan biaya penyimpanan dan biaya penaganan)
  • Aliran material yang buruk
  • Aliran informasi yang buruk
  • Lead time yang lama
  • Mutu yang buruk (sulit untuk mendeteksi cacat di dalam batch produksi yang panjang)
  • Meningkatkan biaya tenaga kerja
1.3 Daftar periksa produksi berlebihan
  • Tidak ada Jadwal Produksi (Production Schedule) atau Papan Kendali Hasil Produksi (Production Control Board)
  • Jadwal produksi tidak diselaraskan dengan permintaan (Leveled)
  • Aktivitas produksi tidak selaras dengan Jadwal Produksi
  • Ada item yang hilang
  • Memproduksi Cacat (Defect)
  • Mesin Rusak (Breakdown)
  • Aktivitas produksi terlalu banyak dipandu
  • Kelebihan kapasitas
  • Lot produksi dikelompokkan menjadi batch produksi
  • Produksi memaksa proses berikutnya untuk menerima, bukan berdasarkan kebutuhan dari proses berikutnya
  • Beroperasinya model "Caravan"
  • Aktivitas produksi tidak seimbang dengan proses berikutnya
1.4 Mencegah produksi berlebihan
  • Cara produksi dengan sistim tarik
  • Penjadwalan dan hanya memproduksi apa yang segera dapat dijual / dikirim
  • Meratakan produksi atau "HEIJUNKA"
  • Menerapkan sistim "KANBAN"
  • Menurunkan waktu set-up mesin / changeover - SMED
  • Menurunkan ukuran lot
  • Statistical Process Control - SPC
  • Menerapkan sistim anti kesalahan - "Poka-Yoke"
  • Preventive maintenance dan perawatan mandiri oleh operator

Cakrawijaya 5R - December 27, 2010

7 Pemborosan - Menunggu

2. Menunggu (Waiting)


Setiap saat barang-barang tidak berpindah atau tidak diolah maka terjadilah pemborosan menunggu.

Pada umumnya lebih dari 99% produk dengan cara pengolahan batch tradisional dan antrian material siap proses menghabiskan banyak waktu menunggu untuk diolah. Kebanyakan lead-time dari produk adalah menunggu proses berikutnya, ini biasanya karena aliran material yang buruk, waktu pengolahan produksi yang terlalu lama, dan jarak antara proses kerja satu ke yang lainnya terlalu jauh. Menghubungkan antar proses agar pasokan secara langsung ke dalam proses berikutnya secara dramatis akan mengurangi waktu tunggu.

Di setiap persimpangan jalan dan lintasan kereta api selalu ada yang harus menunggu.

2.1 Penyebab dari pemborosan menunggu
  • Beban kerja yang tidak merata
  • Perawatan yang tidak terencana
  • Waktu proses set-up yang panjang
  • Penggunaan yang salah dari peralatan yang otomatis
  • Masalah Mutu
  • Penjadwalan yang tidak merata (Leveled)
  • Layout yang tidak efektif
  • Spesialisasi
  • Keputusan manajemen
2.2 Akibat dari pemborosan menunggu
  • Lead time yang lama
  • Produktivitas rendah
  • Efektivitas rendah
  • Efisiensi rendah
  • Biaya operasional tinggi
  • Operator yang kelelahan
  • Error, operator melakukan kekeliruan
2.3 Daftar periksa pemborosan menunggu
  • Tunggu komponen dari proses sebelumnya
  • Tunggu karena mesinnya sedang beroperasi
  • Tunggu karena kehilangan sesuatu
  • Tunggu karena proses yang tidak seimbang
  • Tunggu karena tidak sesuai dengan rencana
  • Tunggu karena tidak sesuai dengan instruksi kerja
  • Tunggu karena operator tidak hadir
  • Tunggu karena kebanyakan operator (lebih dari dua orang), menggangur
  • Tunggu karena sedang dalam proses inspeksi
  • Tunggu keputusan atau tunggu informasi
2.4 Mencegah pemborosan menunggu
  • Multiskill, operator dengan banyak kemampuan
  • Perencanaan dan penjadwalan
  • Menyeimbangkan atau meratakan beban kerja
  • Derap produksi sesuai dengan permintaan Pelanggan - "Takt Time
  • Preventive maintenance dan perawatan mandiri oleh operator
  • Work Standard

Cakrawijaya 5R - December 26, 2010

W e l c o m e !

"Terima kasih, Anda telah berada di beranda rumah Shopfloor Improvement Specialist , disinilah tempat berbagi pengetahuan & pengala...